-->
  • Featured Post

    Psikologi Belajar : Jenis-jenis Belajar

    Walaupun belajar dikatakan berubah, namun untuk mendapatkan perubahan itu bermacam-macam caranya. Setiap perbuatan belajar mempunyai ciri-ciri masing-masing. Para ahli dengan melihat ciri-ciri yang ada di dalamnya, mencoba membagi jenis-jenis belajr ini, disebabkan perbedaan sudut …

    Psikologi Belajar : Jenis-jenis Belajar

                 Walaupun belajar dikatakan berubah, namun untuk mendapatkan perubahan itu bermacam-macam caranya. Setiap perbuatan belajar mempunyai ciri-ciri masing-masing. Para ahli dengan melihat ciri-ciri yang ada di dalamnya, mencoba membagi jenis-jenis belajr ini, disebabkan perbedaan sudut pandang. Oleh karena itu, sampai saat ini belum ada kesepakatan atau keseragaman  dalam merumuskannya. A. De Block misalnya berbeda dengan C. Van Parreren dalam merumuskan sistematika jenis-jenis belajar. Demikian juga antara rumusan sistematika jenis-jenis belajar yang dikemukakan oleh C Van Parreren dengan Robert M. Gagne.

                Jenis-jenis belajar diuraikan dalam pembahasan berikutini merupakan penggabungan dari pendapat ketiga ahli diatas. Walaupun begitu, dari pendapat ketiga para ahli di atas, ada jenis-jenis belajar tertentu yang tidak dibahas dalam kesempatan ini, dengan pertimbangan sifat buku yang dibahas.

                Oleh karena itu, jenis-jenis belajar yang diuraikan berikut ini menyangkut masalah belajar arti kata-kata, belajar kognitif, belajar menghafal, belajar teoritis, belajar kaidah, belajar konsep/pengertian, belajar keterampilan motorik, dan belajar estetik. Untuk jelasnya ikutilah uraian berikut.

    Punya Pasangan

     dari kejadian tadi pagi, dapat pelajaran bahwa ternyata jadi guru memperbaiki moral itu susah dan resisten datang dari orang tuanya sendiri...dan hal ini semakin membuat saya malas nikah dan malas urusan dengan ibu2 atau emak2. jadi kayak udah gak terlalu bucin atau ngemis cinta walau nyanyian saya rata2 lagu asmara *anane,,, kalo dokter jiwa terbaru suruh diabaikan tapi pengalaman dan residu sisa-sisa berhadapan dengan emak2 sudah bikin pikiran "aduh ah ora nek mengurusi masyarakat" karena too much emak emak

    curcol bab hutang

     memang tidak semua manusia komitmen dengan hutang, ditagih baik-baik masih menghindar, ditagih gitu2 terus yo gak komit, agak galak dikit dibikin story tiba - tiba langsung naik darah,,,padahal itu hutang beberapa tahun yang lalu hahahaha.... lucu-lucu orang itu

    Sedikit tentang Multiple Intelligence

             Multiple Intelligence merupakan sebuah teori yang digagas oleh Dr. Howard Gardner dan rekan-rekannya di Harvard University. Gardner mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. Ia mengatakan bahwa psikologi dan pendidikan telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mempelajari kecerdasan didalam ruang tes dan kedua disiplin ini harusnya lebih banyak melihat dalam dunia nyata untuk mencari contoh-contoh cara manusia memecahkan masalah dan menciptakan berbagai produk penting bagi perkembangan budaya. Setelah meneliti berbagai jenis kemampuan, kompetensi dan keterampilan yang digunakan di seluruh dunia, Dr Gardner akhirnya menyusun daftar delapan kecerdasan dasar yang menurutnya bisa mencakup berbagai jenis kecerdasan.

    Keutamaan Membaca Sholawat atas Rasulullah Muhammad SAW.

     Rasulullah saw bersabda, "barangsiapa yang membaca sholawat kepadaku sekali, Allah memerintahkan kedua malaikat penjaganya untuk tidak menuliskan dosanya selama tiga hari" diriwayatkan dari Rasulullah saw "orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku adalah orang yang paling dekat denganku"

    Love dengan sholawat "Diampuni dosa orang fasik"

     Diampuni dosa orang fasik

            Diriwayatkan pada zaman nabi Musa a.s ada seorang dari bani israil yang banyak melakukan kejahatan. Hampir semua masyarakat tahu kalau dirinya ahli maksiat seperti judi, mabuk, berzina dan merampok. Tindakannya benar jauh dari kebaikan. Sepertinya nggak ada kebaikan sedikitpun dari dalam dirinya.Belum lagi tingkahnya yang usil dan mengganggu orang lain. Pokoknya masyarakat dibuat resah karenannya. Nggak ada seorang pun yang mau berbaikan dengan dia, kecuali orang yang diajaknya berbuat maksiat.

    LOVE dengan sholawat IV " Berkah dengan Sholawat."

     Berkah dengan Sholawat.

            Diriwayatkan dari Abdul Wahid ibn Zaid bahwa ia mengisahkan, "Aku pergi untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah al haram. ditengah perjalanan, ada seseorang lelaki yang menemaniku. orang itu nggak juga berdiri dan nggak juga duduk. dia nggak datang dan nggak pergi, nggak makan dan nggak minum, nggak bersuci dan nggak tidur. Dia nggak pernah beralih kepada sesuatu kecuali memperbanyak sholawat kepada rasulullah saw.

    LOVE sholawat part III "Sholawat jadi penolong "

    Sholawat jadi penolong 

                Asy syibli pernah bertemu dengan tetangganya yang sudah meninggal dunia. Ia bercerita kepada asy syibli. "Aku pernah mengalami beberapa persoalan besar yang menakutkan yaitu bumi disekitarku terasa bergoncang saat dua malaikat datang untuk mengajukan pertanyaan kepadaku. Aku berkata dalam hatiku, 'mengapa kekacauan ini datang kepadaku? Apakah aku tidak mati dalam keadaan islam?'

    Love dengan sholawat part II "Terbebas dari Hukuman"

    Terbebas dari Hukuman

            kisah ini terjadi akibat ulah orang yahudi yang ngedatengin saksi palsu atas seorang muslim. Orang muslim itu dituduh mencuri onta, padahal onta tersebut milik si muslim sendiri. Namun, orang yahudi itu tetap bersikeras dengan tuduhannya. Orang muslim berusaha membela diri. Sayangnya, dia kalah dengan orang yahudi yang ngedatengin empat orang saksi dari orang munafik yang diminta berbohong. 

    LOVE dengan Sholawat "Kaya dengan Sholawat"

     kisah tentang sholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

    Kaya dengan Sholawat

            Ada seorang pedagang yang kaya raya dan meninggal dunia. Ia punya harta warisan, dua orang anak laki laki dan tiga helai rambut rasulullah Saw. Kedua saudara itu pun membagi semua harta warisan ayahnya tersebut. Karena rambut rasulullah saw berjumlah tiga helai saudara tua mengusulkan agar rambut tiga helai itu dipotong jadi dua bagian.

    Psikologi Belajar : Jenis-Jenis Belajar

     E.Jenis-jenis Belajar

    1.Belajar Arti Kata-kata
    Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang tekandung dalam kata-kata yang digunakan.Pada mulanya suatu kata sudah dikenal, tetapi belum tahu artinya “anjing”, tetapi dia belum mengetahui bendanya, yaitu binatang yang disebutkan dengan kata itu. Namun lama kelamaan dia mengetahui juga apa arti kata “Kucing” atau “anjing. Dia sudah tahu bahwa kedua binatang itu berkaki empat dan dapat berlari. Suatuketika melihat seekor anjing dan anak tadi menyebutnya “kucing”.koreksi dilakukan bahwa itu bukan kucing, tapi anjing. Anak pun akhirnya tahu bahwa anjing itu bertubuh besar dengan telinga yang cukup panjang dan kucing itu bertubuh kecil dengan telinga yang kecil daripada anjing. Dengan begitu, maka kata kucing dapat anak mengerti sebagai simbol dari binatang dengan ciri-ciri tertentu yang dibedakan dari semua biantang, termasuk anjing.
    Setiap pelajar atau mahasiswa pasti belajar arti kata-kata tertentu yang belum diketahui. Tanpa hal ini, maka sukar menggunakannya. kalaupun dapat menggunakanannya, tak urung ditemukan kesalahan penggunaan. Mengerti arti kata-kata merupakan dasar terpenting. Orang yang membaca akan mengalami kesukaran untuk memahami isi bacaan. Karena ide-ide yang terpatri dalam suatu kata atau kalimat hanya dapat dipahami dengan mengerti arti setiap kata. Dengan kata-kata itulah, para penulis atau pengarang melukiskan ide - idenya kepada sidang pembaca. Oleh  karena itu penguasaan arti kata-kata adalah penting dalam belajar.

    Resep wedang empon-empon

     Alang – alang

    • khasiat alang-alang

                    Rasa akar alang-alang manis. bersifat sejuk,masuk meridian paru-paru,lambung, dan kandung kemih. Alang-alang berkhasiat pereda demam (anti piretik),peluruh kencing (dieuritik), menyejukkan dara untuk menghentikan pendarahan. dan menghilangkan rasa haus.

    • Resep

                    Untuk obat yang diminum :

                    Rebus akar alang-alang kering (15-30 gram), bila menggunakan yang masih segar maka jumlahnya kira-kira 30-60 gram, sedang untuk bunga sekitar 5-10 miligram, dan tunas muda 5-10 gram. Bisa juga akar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk

    Aplikasi Teori Kognitif dalam kegiatan pembelajaran

             Hakekat belajar menurut teori kognitif dijelaskan sebagai suatu aktifitas belajar yang berkaitan dengan penataan informasi, reorganisasi perseptual, dan proses internal. Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik sebagaimana yang dilakukan dalam pendekatan behavioristik. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agar belajar lebih bermakna bagi siswa. Sedangkan kegiatan pembelajarannya mengikuti prinsip - prinsip sebagai berikut.

    Teori belajar bermakna Ausubel

     

                   Teori-teori belajar yang ada selama ini masih banyak menekankan pada belajar asosiatif atau belajar menghafal. Belajar demikian tidka banyak bermakna bagi siswa. Belajar seharusnya merupakan asimilasi yang bermakna bagi siswa. Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dalam bentuk struktur kognitif.

                    Struktur kognitif merupakan struktur organisasional yang ada dalam ingatan seseorang yang mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah ke dalam suatu unit konseptual. Teori kognitif banyak memusatkan perhatiannya pada konsepsi bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. Yang paling awal mengemukakan konsepsi adalah ausubel.

    amalan Mempermudah rezeki dan melunasi hutang

             Salah satu pintu solusi terbesar adalah menyibukkan diri dengan doa-doa yang membuka pintu rezeki, mempermudah penyebabnya, sekaligus menolak kesempitan akibat utang, yang mendatangkan kehinaaan dan kesedihan di malam dan siang hari manusia. Jika seseorang bersegera menuju allah, apalagi dengan doa-doa khusus di bab ini, niscaya apa yang dipanjatkannya segera terkabul dan yang di cita-citakkannya lekas tercapai. Ada banyak riwayat tentang topik ini dari Nabi Saw. dan para pendahulu kita.Beberapa diantaranya akan kami sebutkan.

    Teori belajar Bruner

     

    Jerome Bruner (1966) Menandai perkembangan kognitif manusia sebagai berikut :

    a. Perkembangan intelektual ditandai dengan adanya kemajuan dalam menanggapi suatu rangsangan

    b. Peningkatan pengetahuan tergantung ada perkembangan sistem penyimpanan informasi secara realis

    c. Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiri atau pada orang lain melalui kata-kata atau lambang tentang apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan pada diri sendiri.

    d. Interaksi secara sistematis antara pembimbing, guru atau orang tua dengan anak diperlukan bagi perkembangan kognitifnya.

    e. Bahasa adalah kunci perkembangan kognitif, karena baasa merupakan alat komunikasi antara manusia. Untuk memaami konsep-konsep yang ada diperlukan bahasa. Bahasa diperlukan untuk mengkomunikasikan suatu konsep kepada orang lain.

    f. Perkembangan kognitif ditandai dengan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternatif secara simultan, memilih tindakan yang tepat,dapat memberikan prioritas yang berurutan dalam berbagai situasi.

    Teori Perkembangan Piaget

     Menurut piaget,  perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Dengan makin bertambahnya umur seseorang, makan makin komplekslah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya.Ia menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang bebeda usia akan berbeda pula secara kualitatif.

    Bagaimana seseorang memperoleh kecakapan  intelektual, pada umumnya akan berhubungan dengan proses mencari keseimbangan antara apa yang mereka rasakan dan mereka ketahui pada satu sisi dengan apa yang mereka lihat suatu fenomena baru sebagai pengalaman atau persoalan. Bila sesorang dalam kondisi sekarang dapat mengatasi situasi baru, keseimbangan mereka tidak akan terganggu. Jika tidak, ia harus melakukan adaptasi dengan lingkungannya.

    Teori Belajar Kognitif

     

    Teori belajar kognitif berbeda dengan teori belajar behavioristik. Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Para penganut aliran kognitif mengatakan bahwa belajar tidak sekadar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. Tidak seperti model belajar behavioristik yang mempelajari proses belajar hanya sebagai hubungan stimulus –respon, model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model belajar perseptual. Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingka laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak.

    Teori Behavioristik atau kebiasaan dalam Belajar

     

    Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya.Menurut teori ini yang terpenting adalah masukkan atau input yang berupa stimulus dan keluaran yang output yang berupa respons. sebagai contoh, stimulus  adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa misalnya daftar perkalian, alat peraga, pedoman kerja, atau cara-cara tertentu, untuk membantu belajar siswa, sedangkan respon adalah reaksi atas tanggapan sisa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.Oleh sebab itu, apa saja yang diberikan guru(stimulus) dan apa saja yang dihasilkan siswa(respon), semuanya harus dapat diamati dan dapat diukur.

    Psikologi Belajar : Konsep Dasar Belajar

     A. Pengertian Belajar

     Masalah pengertian belajar ini, para ahli psikologi dan pendidik mengemukakan rumusan yang berlainan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing. Tentu saja mereka mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

    James O. Whittaker, misalnya, merumuskan belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.

     Cronbach berpendapat bahwa, belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

     Howard L. Kingskey mengatakan bahwa, belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Sedangkan Geoch merumuskan  learning is change is performance as a result of practice.

    Drs. Slameto juga merumuskan pengertian tentang belajar. Menurutnya belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

     

    Dari beberapa pendapat para ahli tentang pengertian belajar yang dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan. Tentu saja perubahan yang didapatkan itu bukan perubahan fisik, tetapi perubahan jiwa dengan sebab masuknya kesan-kesan yang baru. Dengan demikian, maka perubahan fisik akibat sengatan serangga, patah tangan, patah kaki dan sebagainya bukanlah termasuk perubahan akibat belajar. Oleh karenanya, perubahan sebagai hasil dari proses belajar adalah perubahan jiwa yang mempengaruhi tingkah laku seseorang.

    Akhirnya dapat disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.

    Subscribe Our Newsletter