Featured Post
Tanya Jawab Islam dengan Pak A. R
TANYA :
Pak AR, saya pernah mendengar cerita dari salah seorang yang pernah menunaikan ibadah haji bahwa di tanah suci itu akhiratnya dunia, atau tempat pembalasan. Seseorang yang berlaku jahat, kelak kalu dia pergi haji akan mendapat perlakuan jahat pula.
Apakah benar tanah suci itu merupakan akhiratnya dunia atau tempat pembalasan?
Bagaimana pula dengan orang yang telah melakukan taubat dan ingin menunaikan ibadah haji. Apakah dia juga mendaptkan pembalasan sesuai dengan kejahatan yang pernah diperbuat?
Noor Hidhayanto
Jalan Menur 169 C Kudus 59319
JAWAB
Saudara Noor Hidhayanto. Buanglah jauh-jauh cerita semacam yang saudara dengar, karena tidak berdasa dan tidak benar sma sekali. Agama islam memberikan pengertian kepada kita bahwa yang bernama akhirat baru akan terjadi sesudah dunia kiamat.
Bagi mereka yang sudah bertaubat dengan taubatan nasuha, insya allah akan selamat dari perbuatannya yang sudah-sudah. Mereka yang menjalankan ibadah haji secara benar dan bersih dari segala kesalahan, oleh Rasulullah dinyatakan sebagai orang yang dilahirkan kembali.
Melaksanakan ibadah, termasuk ibadah haji, menurut tuntunan islam adalah berdasarkan kemampuan seseorang. Memang seyogyanya orang yang menjalankan ibadah haji sudah mungkin menjalankan ibadah-ibadah lainnya semaksimal mungkin. Tetapi hal ini tidak berarti menghalang- halangi bagi mereka yang belum berkemampuan pengetahuan agamanya, padahal sudah mampu secara material, kesehatan dan sebagainya.
saudara Noor Hidhayanto. Cerita-cerita yang diluar ketentuan dan ajaran islam, tidak perlu menggoyahkan tekad dan niat seseorang dalam menjalankan ibadah haji.
Tanya :
Pak Ar yang terhormat. Perkenankan kami memohon pejelasan kepada bapak atas beberapa hal di bawah ini
1. Apakah semua syetan pasti berbuat jelek ? tidak adakah yang berbuat baik misalkan menolong, memberi petunjuk atau mengobati seseorang?
2. Apakah ruh orang yan gsudah meninggal itu dapat memasuki orang yang masih hidup ? kalau dapat, apakah semuanya dapat atau hanya ruh orang tertentu saja serta apakah orang yang dapat kemasukkan tersebut hanya orang tertentu saja? Kalau tidak dapat, apakah sebenarnya yang terjadi dengan orang yang kesurupan dan jalangkung ?
3. Kami sering mendengar adanya dukun atau orang tua yang sanggup mengobati/menolong orang lain dengan jalan orangtua tersebut katanya kemasukkan/mendapat petunjuk dari sesorang yang sudah meninggal atau dari yang mbaurekso suatu tempat. Apakah yang sesungguhnya terjadi dengan orangtua tersebut, dan bagaimanakah sikap kita seharusnya ? mohon penjelasan agar kami mendapat pegangan yang pasti sehingga tidak keblinger.
PS Martono
Danukusuman RT 08 RW 03
Sala 57154
JAWAB :
Saudara PS Martono. Menurut kepercayaan dalam islam, memang Alloh mempunyai makhluk halus yang tidak sealam dengan kita manusia. Makhluk halus itu, namanya jin.
Adapun syetan, itu adalah manifestasi dari kejahatan yang bisa melalui jin dan bisa juga melalui manusia. Jin atau manusia Jadi, kalau syetan tidak ada yang berbuat baik. Tetapi kalau jin atau manusa bisa berbuat baik dan bisa juga berbuat jahat. Jelasnya, Manusia atau jin yang sedang berbuat jahat, itulah syetan.
Menurut kepercayaan islam, ruh orang yang telah meninggal dunia itu bertempat di alam barzah. Kalau ruh itu baik bertempat di "illiyyun", dan sebaliknya ruh yang tidak baik tidak bertempat di "Illiyyun". Tetapi jelas ruh orang yang sudah meninggal itu tidak menggembara di dunia, apalagi sampai memasuki orang -orang yang masih hidup.
Ada pun yang bisa memasuki orang-orang yang masih hidup itu bukan ruh, tetapi mungkin jin. Oleh karena itu orang yang sedang kesurupan jin, itulah yang dinamakan majnun. Jadi itu bukan kesurupan ruh, tetapi kesurupan jin.
Jalangkung itu pun sesungguhnya yang memasuki bukan ruh, tetapi jin. Di dalam Kitabul-arwah, memang pernah ada orang yang menyatakan sempat berdialog dengan Thomas Alva Edison, penemu listrik. Dan edison memang menerangkan perjalanan hidupnya, sampai menerangkan pula tanggal kematiannya. Tetapi menurut kepercayaan islam, sesungguhnya itu bukan ruh Edison, tetapi hanyalah jin yang menjelmakan dirinya sebagai Edison. Oleh karena itu maka kepercayaan terhadap "prewangan" jalangkung, paranormal dan sejenisnya tidak dibenarkan menurut tuntunan islam.
Mengenai pertanyaan saudara yang terakhir, dapat saya jawab. Zaman ini kan zaman modern. Sehingga sebenarnya saudara tidak perlu berobat kepada orang-orang yang mengaku mendapat petunjuk dari seseorang yang sudah meninggal atau yang mbaurekso suatu tempat. Pada umumnya, orang berbuat seperti itu, petunjuknya juga tidak benar. Lebih baik saudara berobat saja ke pada dokter yang sekarang ini ilmu kesehatannya sudah semakin maju.
Tanya :
Pak AR. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, saya membuka kedai. Sudah beberapa bulan ini dagangan saya tidak laku. Padahal sebelumnya, lumayanlah.
Dari seorang tua (orang pinter) saya diberitahu tentang jatuhnya kedai saya, yang dikatakan memang tidak wajar (sengaja dijatuhkan seseorang agar tidak laku) karena merasa tersaing.
Orang pintar itu menasihatiku agar saya tetap tabah, tidak menunjukkan rasa benci, dendam atau marah. Nasihat itu saya turuti dan sampai sekarang saya masih tetap bertahan dengan dagangan saya yang hanya sedikit dan kadang-kadang tidak laku juga.
Saya jadi bingung pak. kalau saya tutup kedai saya, pasti orang yang memperdayaku akan mentertawakanku. Kalau saya bertahan terus, utang-utang akan semakin menumpuk. Tetapi rasa saya, saya ingin tetap bertahan demi membantu suami.
Berdoalah bila seseorang menggunakan penglarisan agar daganganya laku dan laris? Jalan apa yang harus saya tempuh agar sesuai dengan ajaran agama islam.
Jawab
Saya menaruh simpati atas permasalahan yang nyonya kemukakan. Untuk itu, saya menasihatkan :
1. Nyonya tidak usah menjalankan penglarisan dengan cara-cara yang memang tidak dibenarkan oleh agama islam
2.Nyonya jangan berburuk sangka (menyangka-nyangka) kepada orang lain dengan tuduhan menjatuhkan dagangan nyonya dengan cara cara yang tidak dibenarkan menurut agama
3. Nyonya boleh menawar-nawarkan dagangan untuk bisa laku dan laris kembali tanpa menjelek-jelekkan dagangan orang lain.
Apabila nyonya berusaha dengan sungguh-sungguh seraya bertawakkal kepada Allah SWT. insya allah dagangan nyonya akan laku dan laris seperti sediakala. Disamping itu, sudah barang tentu nyonya harus berusaha menjaga mutu dan melengkapi dagangan di kedai nyonya.
Saya ikut mendoakan semoga nyonya bangkit kembali, sehingga niat membantu suami mendapatkan rezeki dengan cara-cara yang halal dapat terlaksana dengan baik.
Tanya :
Pak AR. saya pernah ikut teman saya pergi ketempat orang pintar dengan tujuan menyembuhkan penyakitnya.
ditempat itu saya lihat banyak orang yang datang untuk memohon restunya agar dapat lulus ujian, segera mendapatkan pekerjaan, ketentraman hidup, dan lain-lain
Setelah teman saya dan para tamu tersebut menyampaikan maksud kedatangannya 'orang pintar' tersebut menganjurkan agar rajin melakukan salat wajib serta salat tahajud dan berdoa sesuai permintaannya
ketika para tamu mengucapkan terimakasih kepada ' orang pintar' tersebut, ia malah menjawab : "berterimakasihlah kepada gusti allah"
Yang ingin saya tanyakan :
1)Apakah 'orang pintar' dan orang-orang yang datang kepadanya termasuk syirik
2) Apakah hal semacam itu dilarang agama islam?
Perlu saya kemukakan Pak AR. 'orang pintar' tersebut tidak memungut biaya sepeserpun. bahkan para tamu disediakan fasilitas seadanya seperti tempat untuk istirahat dan minuman ala kadarnya. hal ini biasa dilakukan 'orang pintar' tersebut dalam waktu-waktu tertentu, hanya 2 atau 3 kali sebulan.
JAWAB :
Menurut ketentuan islam, seseorang yang mengaku muslim mohon harus hanya dipusatkan kepada allah tanpa perantaraan apa pun dan siapa pun. mohon kepada yang selain allah, bagaimana pun bentuknya tetap bisa menjatuhkan kepada perbuatan syirik. walau pun orang tersebut masih tetap menjalankan salat dan lain-lain.
Oleh karena itu mohon kepada selain allah - keapda apa pun dan kepada siapapun - wajib dihindari dan ditinggalkan. Adapun perintah seseorang yang dianggap 'pintar' selama perintah itu masih sejalan dengan perintah-perintah allah, dapat dikerjakan dan tidak berdosa untuk mengamalkannya.
Banyaknya orang muslim yang meminta kepada yang selain allah tidak boleh dijadikan sebagi bukti kebenaran. Justru yang dinamakan syirik itu adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah muslim, sudah salat, berpuasa, berzakat, berhaji dan sebagainya tetapi masih meminta kepada selain allah.
TANYA :
Pak AR. Mudah - mudahan pertanyaan yang kami ajukan ini mendapatkan jawaban yang berguna bagi kami sekeluarga, meluaskannya keapda ummat islam yang belum mengetahuinya.
Yang ingin kami tanyakan adalah masalah sadranan
1) Apakah hukumyan ( menurut islam ) sadrnan yang umumnya dilakukan setiap bulan sa'ban itu ?
2) Bagaimana hanya dengan pemakaman keluarga yang ada diperantauan ?
3) Sampai berapa tahun sesuatu makam diki oleh sanak familinya? karena kami melihat dan mendengar ada beberapa lokasi pemakaman yang diratakan untuk mendirikan suatu bangunan. Ada sebagian sanak familinya yang merelakan, tetapi yang lainnya tetap bertahan.
JAWAB :
Sadranan, menurut cerita orang-orang tua merupakan suatu adat yang diadatkan sejak sebelum agama islam datang di Indonesia. Oleh para wali (Wali songo), adat itu dimanfaatkan. sadranan yang berlangsung setiap bulan ruwah itu di isi dengan jiwa islam, yaitu ziarah kubur.
Kepada peziarah, para wali menyarankan agar orang-oran yang melakukan sadranan mendoakan kepada orang-orang yang telah sumare, dikuburkan, jadi tidak sebaliknya, yang datang mohon restu keapda anggota keluarganya yang telah sumare
Sesungguhnya, menurut ajaran islam, mendoakan orang yang sudah sumare tidak harus dimuka kuburnya. Jadi, walau pun makam anggota keluarga itu jauh di perantauan kita tetap dapat mendoakannya dari tempat tinggal kita masing-masing.
Menurut tuntunan islam, mendoakan sesama muslim yang sudah sumare-termasuk anggota kita-tidak harus dilakukan setahun sekali. setiap habis sembahyang pun orang dibolehkan mendoakan para leluhur atau saudara-saudaranya yang telah mendahului menghadap illahi.
Mengenai pertanyaan saudara yang terakhir, sesungguhnya bahasanya yang tepat tidak dihaki. kuburan itu bisa dipakai lagi apabila diperkirakan (diperhitungkan) tulang - belulang orang yang dikuburkan sudah hancur dan bercampur menjadi tanah.
TANYA :
Pak AR yang terhormat, saya merasa bingung tentang bermacam - macam ibadah itu. ibadah itu dapat digolongkan menjadi berapa dan apa saja ?
Saya menderita sakit yang aneh, sering kambuh tanpa sebab yang jelas. Saya sudah memeriksakan ke dokter yang berbeda, tetapi hasilnya nihil. Doa apa dan bagaimana caranya minta tobat kepada Allah SWT ?
Saya seorang pelajar disekolah yang buku agama islam hanya satu macam. saya ingin menambah pengetahuan agama islam dari buku lain. Buku yang paling lengkap tentang agama islam itu ? kalau bisa, mohon diberikan judul dan nama pengarangnya.
Apakah dilarang salat dengan mata terpejam ? padahal menurut saya kalau salat dengan mata terpejam lebih khuyuk sebab tidak melihat kemana-mana?
JAWAB :
Ananda Wiwit. Ibada artinya beramal, berbuat menjalankan perintah Allah SWT dengan niat mendekatkan diri kepada allah. Ibadah itu ada dua macam yang besar (pokok)
Yang pertama, ibadah khusus yaitu ibadah yang sudah di tentukan oleh Allah dan sudah ditentukan cara-caranya oleh Rasulullah Muhammad SAW. Seperti salat, puasa, zakat, dan menunaikan ibadah haji.
Yang kedua, ibadah secara umum yaitu menjalankan perintah allah dengan niat mendekatkan diri kepada allah tetapi bentuk dan wujudnya oleh Allah dan Rasulullah tidak ditentukan secara rinci. Seperti menjalankan kebaikan, berbakti kepada orangtua, berbuat baik kepada tetangga, mencari nafkah/ penghasilan untuk anak istri, dan sebagainya.
Mengenai penyakit, ananda harus terus berusaha ( berikhtiar) mencari dokter lagi yang mungkin lebih ahli. Sebab dokter itu macam-macam dan mempunyai keahlian masing-masing. untuk kesempurnaan ikhtiar ananda dalam berobat, jangan mudah putus asa hanya karena satu duan orang dokter untuk memberikan / mencarikan obat yang cocok.
Mungkin dokter lain dapat mencarikan obat yang cocok. dan itulah ikhtiar yang sempurna sambil hati ananda tidak lupa selalu mohon kepada Allah SWT mudah-mudahan segera bertemu dengan obat yang cocok dan mujarab.
Sebagai muslim berobat saja tanpa memohon kepada Allah akan kesembuhannya itu tidak sempurna. Begitu juga mohon kepada Allah tanpa berobat, juga tidak sempurna.
Tentang buku-buku agama islam, sekarang ini sudah banyak sekali macamnya. Ananda bisa mencari di toko - toko buku yang ada di yogyakarta seperti TB persatuan, Wali songo, Kota kembang dan sebagainya. Tinggal ananda harus pandai-pandai memilihnya sesuai keperluan. sebab disamping ada buku yang keterangannya bener, banyak juga buku-buku tentang islam yang tidak benar, justru adakalanya menyesatkan.
Menurut tuntunan islam, tidak dibenarkan salat dengan memejamkan mata. oleh karena itu saya selalu menseyogyakan tempat sujud dan sajadah itu sebaiknya polos, tidak bergambar, sehingga tidak mudah menggerakan hati karena gambar-gambar itu. walaupun gambar masjid mekkah dan madinah atau gambar orang salat serta tulisan-tulisan arab seumpamanya.
TANYA :
Pak AR. Sekarang banyak terdapat perguruan bela diri yang mempelajari tenaga dalam. Bahkan di yogyakarta belum lama ini di selenggarakan seminar tentang ilmu tenaga dalam.
Yang ingin saya tanyakan kepada pak AR adalah: Bolehkah seorang islam mempelajari tenaga dalam ? apakah tidak bertentangan dengan ajaran agama islam?
JAWAB :
Saudara Sutarjo. Tenaga dalam yang dihasilkan betul-betul dari ruhaninya sendri atau diperoleh karena latihan-latihan, itu dibenarkan. Tetapi tenaga dalam yang dihasilkan dari sihir-sihir atau yang sejenisnya, itulah yang tidak dibenarkan menurut tuntunan agama islam.
Contoh yang tidak dibenarkan (karena ada hubungannya dengan sihir-sihir) adalah tenaga dalam yang dihasilkan dengan haikal, azimat-azimat atau asma'. Sihir, oleh Rasulullah termasuk yang dikategorikan setaraf dengan syirik sehingga berdosa besar.
TANYA :
Pak AR. Pada setiap bulan Muharram (Asyura, suro) banyak warga masyarakat yang menyambut kehadirannya dengan berbagai cara. Adaa yang tirakat disuatu tempat tertentu yang dipandangnya keramat dan sebagainya.
Ada juga warga masyarakat yang takut menggunakan bulan itu untuk melangsungkan suatu hajat seperti pernikahan, khitanan dan lain-lain.
Pak AR. Sebagai muslim, apakah hal itu sudah benar? Saya mohon penjelasan dari bapak tentang bulan muharram, amalan - amalan yang utama yang perlu dikerjakan selama bulan itu serta sunah sunah Rasul dalam menyambutnya.
JAWAB:
Saudara Sya'banhani. Sesungguhnya, menurut tuntunan islam, apa yang dinamakan waktu itu sama saja. Hal ini tercantum dalam surat al - Asyr.
Surat itu diawali dengan kalimat demi masa. Kemudian dijelaskan bahwa semua manusia itu dalam keadaan yang merugi, kecuali : mereka yang beriman kepada Allah SWT dengan arti yang sesungguhnya, selalu beramal dan berbuat kebajikan serta selalu ingat mengingatkan dalam kebenaran dan selalu mengingatkan dengan penuh kesabaran.
Mestinya, kalau orang itu sudah muslim berarti sudah percaya kepada allah dengan sungguh-sungguh dan sanggup menjalankan perintah-perintahnNya serta menjauhi larangan-laranganNya. Dengan demikian, mestinya pada bulan Muharam atau tidak pada bulan Muharram keimanannya harus tetap terjaga dengan tidak menggotorinya dengan perbuatan-perbuatan yang dapat memperlemah keimanannya.
Semestinya pula, sebagai muslim tak perlu takut menghadapi bulan muharram. Karena islam memandang semua bulan baik, sehingga tak ada halangan bagi orang-orang yang benar-benar beriman untuk menikahkan anaknya, menikah sendiri, memasuki rumah baru atau rumah lama serta berpergian ke mana-mana. Berbekal keimanan yang ada. Insya allah seseorang akan selalu dalam lindungan Nya.
Juga, dalam menghadapi bulan muharram seseorang yang mengaku muslim tak perlu berpuasa selain puasa yang diajarkan Islam. Kalau pun ingin berpuasa, hendaklah puasa seperti yang dituntunkan Islam pada tanggal 9 dan 10 atau hingga tanggal 11 Muharram.
Saudara Sya'banhani. Mengenai pertanyaan saudara tentang amalan-amalan utama yang perlu dilaksanakan selama bulan Muharram, tak ada petunjuk khusus untuk itu. Semua amalan yang bersifat saleh dapat dilakukan pada bulan itu. Seperti menyantuni fakir - miskin, anak-anak yatim piatu dan sebagainya.
Komentar
Posting Komentar