Wednesday, December 10, 2014

Makam Raja - Raja Pakualaman Astana Girigondo

         Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selain memiliki makam raja - raja  di Imogiri juga di DIY memiliki makam yang hampir sama di Imogiri tepatnya Astana Girigondo, yakni makam bagi raja - raja Puro Pakualaman dan kerabat. Terletak di atas pegunungan Menoreh di Dusun Girigondo, Kelurahan Kaligintung, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. 
  
Astana Girigondo pertama kali di gunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi KGPAA Paku Alam V bulan september 1900 di buktikan dengan prasasti pada gapura makam yang ada di teras I. Makam ini merupakan makam bagi KGPAA Paku Alam V, VI, VII, VIII, beserta keluarga, tetapi ada salah satu anak dari Paku Alam VIII yakni KPH Ndoyokusumo yang tidak di makamkan di Astana Girigondo melainkan di Pemakaman Gendeng, Baciro sedangkan Paku Alam I sampai IV berada di makam Hastorenggo, Kotagede, Yogyakarta.



         Alasan Paku Alam V membuat makam di Girigondo karena di Hastorenggo sudah penuh sehingga perlu membuat makam di kawasan Girigondo, Kulonprogo atau Adikarto pada masa lalu. Latar belakang Paku Alam membuat makam  di Kulonprogo berkaitan erat dengan asal usul Paku Alam V yang merupakan putra Paku Alam II dari istri Raden Ayu Resminingdyah di mana Raden Ayu Resminingdyah berasal dari Trayu, Tirtarahayu, Galur, Kulonprogo.






    Memasuki kawasan Astana Girigondo akan merasakan aura magis yang cukup kuat di tambah dengan wewangian dupa yang cukup menyengat di sekitar makam. untuk menuju makam pengunjung harus menaikki tangga - tangga yang berbeda jumlahnya antara satu dengan yang lainnya, selain itu pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar makam Girigondo.





     Untuk memasuki kawasan makam Girigondo penziarah tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis. Untuk akomodasi di kawasan Astana Girigondo terdapat tempat parkir dan masjid yang cukup memadai  dan di dirikan oleh keluarga raja - raja Pakualaman.



sumber
  • http://jogjatrip.com/id/717/Makam-Girigondo
  • http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/3005304_4262.html


0 komentar:

Post a Comment